JAMBI — Ajang bergengsi Pemilihan Putra Putri Wastra Batik Indonesia Tingkat Provinsi Jambi 2026 akan segera digelar pada 3–4 Oktober 2026 bertempat di Lippo Mall Jambi.
Kegiatan ini menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan, melestarikan, sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap wastra dan batik sebagai kekayaan budaya Indonesia, khususnya wastra khas Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai positif dalam mendorong generasi muda agar semakin mengenal dan bangga terhadap budaya daerah.
Wastra dan batik bukan hanya bagian dari warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai kreativitas dan ekonomi. Kami berharap generasi muda dapat menjadi bagian penting dalam menjaga, memperkenalkan, dan mengembangkan wastra Jambi agar semakin dikenal luas,” ujar Imron Rosyadi.

Sementara itu, Andre Milan, Founder Milan Management, mengatakan bahwa Pemilihan Putra Putri Wastra Batik Indonesia Tingkat Provinsi Jambi 2026 tidak sekadar menjadi ajang penampilan, tetapi juga wadah untuk menggali potensi, kreativitas, wawasan, dan karakter generasi muda.
«“Kami ingin menghadirkan sebuah ajang yang tidak hanya berbicara tentang penampilan, tetapi juga tentang wawasan, karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya. Para peserta diharapkan mampu menjadi generasi muda yang percaya diri sekaligus ikut mempromosikan wastra Jambi,” ungkap Andre Milan.

Dengan mengusung semangat “Bangga Berwastra, Lestarikan Budaya Indonesia”, ajang ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda Jambi untuk menunjukkan potensi sekaligus ikut membawa nama wastra Jambi ke tingkat yang lebih luas.
Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 3 dan 4 Oktober 2026 di Lippo Mall Jambi, dan diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengembangan potensi generasi muda.
Pemilihan Putra Putri Wastra Batik Indonesia Tingkat Provinsi Jambi 2026 — saatnya generasi muda tampil, berkarya, dan menjadi bagian dari pelestarian budaya Indonesia.












