AISHWA NAHLA SHAQUEENA, BOCAH 5 TAHUN BERPRESTASI DARI BUNGO, SIAP WAKILI PROVINSI JAMBI DI AJANG NASIONAL WASTRA BATIK INDONESIA 2026 DI SURABAYA

 

BUNGO, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Aishwa Nahla Shaqueena, seorang anak berusia 5 tahun yang menempuh pendidikan di TK Insan Madani Bungo. Di usianya yang masih sangat belia, Aishwa telah mengukir berbagai prestasi di bidang kreativitas, seni, dan pemilihan Wastra Batik Indonesia.

Putri dari pasangan Juni Hastuti dan Padli ini menunjukkan bakat serta potensi luar biasa melalui berbagai ajang perlombaan tingkat daerah hingga provinsi. Berkat kerja keras, dukungan keluarga, dan pembinaan yang berkelanjutan, Aishwa berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi.

Berikut deretan prestasi yang berhasil diraih Aishwa:

Juara 1 Video Kreatif Festival Geopark Merangin Jambi.

The Best Photogenic Milan Management 2026.

The Best Costume Anniversary Milan Jambi 2026.

Juara 2 Lomba Video Kreatif Ekraf Expo Bungo 2026.

Juara ICON 1 Wastra Batik Indonesia Tebo 2026.

TOP 5 Wastra Batik Indonesia Tebo 2026.

Juara ICON 1 Festival Geopark Merangin 2026.

Juara ICON 1 Wastra Batik Indonesia Tingkat Provinsi Jambi.

Milan Award 2026.

Deretan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk berkembang, berani tampil, dan berkarya sejak usia dini.

Kabar membanggakan lainnya, Aishwa Nahla Shaqueena akan mewakili Provinsi Jambi dalam ajang Pemilihan Putra Putri Wastra Batik Indonesia Tingkat Nasional di Surabaya pada 23–28 Oktober 2026.

Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga bagi Aishwa untuk mengenal lebih jauh kekayaan budaya Indonesia, khususnya wastra dan batik Nusantara. Keikutsertaannya di tingkat nasional juga menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi generasi muda Jambi kepada masyarakat yang lebih luas.

Tidak hanya berkiprah di dunia perlombaan, Aishwa juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam produksi film televisi atau FTV di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi Aishwa untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berekspresi, serta pengalaman di dunia seni peran.

Kegiatan dan prestasi yang diraih Aishwa turut menjadi bagian dari upaya pengembangan potensi anak-anak berbakat di Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Imron Rosyadi, menjadi salah satu tokoh yang disebut dalam rangkaian kegiatan Wastra Batik Indonesia tingkat Provinsi Jambi.

Sementara itu, Andre Milanisti selaku Owner Milan Management terus mendorong pengembangan bakat anak-anak melalui berbagai kegiatan seni, kreativitas, modeling, dan ajang pemilihan Wastra Batik Indonesia.

Melalui pembinaan yang tepat, anak-anak diharapkan tidak hanya mampu meraih prestasi, tetapi juga mengenal identitas budaya bangsa serta memiliki keberanian untuk tampil di berbagai kesempatan.

Ajang Wastra Batik Indonesia sendiri menjadi salah satu wadah untuk memperkenalkan keindahan batik dan wastra Nusantara kepada generasi muda. Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini.

Perjalanan Aishwa Nahla Shaqueena menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang bagi anak-anak untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi mereka.

Dengan dukungan orang tua, sekolah, dan lingkungan pembinaan, Aishwa memiliki kesempatan untuk terus belajar melalui pengalaman baru, baik di bidang kreativitas digital, seni pertunjukan, maupun pelestarian budaya.

Keberangkatannya ke Surabaya untuk mengikuti ajang nasional Wastra Batik Indonesia pada 23–28 Oktober 2026 menjadi langkah penting dalam perjalanan prestasinya.

Aishwa Nahla Shaqueena, mutiara kecil dari Bungo, diharapkan mampu membawa semangat, kreativitas, dan kebanggaan bagi Provinsi Jambi di panggung nasional.

Semoga langkah Aishwa menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus berani bermimpi, mengasah bakat, dan mengukir prestasi dengan tetap mengutamakan pendidikan serta menikmati masa tumbuh kembang mereka.

Tinggalkan Balasan